Aquasprite Theme Demo

Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan

FIXIE BIKE

Posted by PASMAJA on Selasa, 22 Maret 2011 , under | comments (0)




Fixed Gear atau biasa disebut "Fixie Bike" berasal dari Track Bicycle/sepeda balap yang digunakan pada jalur Velodrome, namun banyak juga digunakan oleh para "Bike Messengers" untuk mengantarkan pesanan, karena sepeda jenis ini simpel dan mudah untuk digunakan dijalanan kota besar.
Fixed gear bicycles adalah sepeda dengan bentuk basic frame yang diambil dari frame sepeda balap, namun terdapat modifikasi dibeberapa bagian, modifikasi yang paling jelas mencirikan "Fixie" adalah pada bagian gear belakang, dimana pada sepeda fixed gear tidak menggunakan gear set 7 speed atau lebih, tapi cukup dengan menggunakan "Single Speed" atau satu gear saja baik pada bagian gear belakang atau pun depan, lalu kenapa disebut "Fixed Gear"? simpel saja, yaitu karena pada gear bagian belakang sepeda fixie menggunakan gear model "fixed" atau dalam bahasa persepedaan gampangnya "Gir Paten/Mati" karena gear jenis ini dibaut langsung pada hub roda belakang sehingga jika roda sepeda berputar pedal akan terus berputar dan tidak bisa ditahan seperti pada mekanisme Gear "Free Wheel", hal itu menyebabkan sepeda fixie dapat digoes/boseh mundur, lalu bagaimana dengan pengeremannya? gampang, cukup dengan menahan pedal maka otomatis putaran roda sepeda akan berhenti juga, sistem ini berbeda dengan model rem "Torpedo" yang dimana jika pedal kita dorong kebelakang maka baru sepeda akan mengerem dengan sendirinya. Perbedaan lainnya yaitu terdapat pada jenis setang yang digunakan pada sepeda "Fixie" yaitu kebanyakan ridernya tidak menggunakan model tanduk domba seperti pada sepeda balap, tapi cukup menggunakan stang lurus yang dipotong menjadi lebih pendek, sehingga gampang digunakan untuk menyelip-nyelip diantara mobil-mobil dilalu lintas kota besar. Perbedaan lainnya yang jelas terlihat adalah "Fixie" tidak menggunakan rem/kabel rem dan operan gigi, sehingga sepeda Fixie terlihat simpel, minimalis dan keren! namun dibeberapa negara diluar negeri seperti; Amerika, Inggris, Jerman dan Australia terdapat aturan tegas tentang sebuah sepeda yang layak pakai dijalanan umum, yaitu minimal memiliki rem pada bagian roda depan, tentu saja kategori itu tidak dapat dipenuhi oleh "Fixie Bike" yang notabene tidak mempunyai rem pada bagian depan dan belakang, karena hanya mengandalkan kekuatan kaki untuk menahan putaran pedal sehingga laju sepeda dapat terhenti, namun hal itu pulalah yang menyebabkan Fixie menjadi Hype!
Sepeda Fixie juga memiliki beberapa kelebihan, antara lain :
1. Hemat BBM
2. Ramah Lingkungan
3. Sehat
4. Keren

Fotografi

Posted by PASMAJA on Senin, 15 November 2010 , under | comments (0)



FOTOGRAFI

A.     PENDAHULUAN
Fotografi erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Bidang itu memberikan informasi citra untuk majalah-majalah, iklan-iklan dan juga beritafoto disurat kabar yang kita baca. Fotografi hadir sebagai budaya citra yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan, bukan saja dimedia masa seperti itu, tetapi juga dalam kehidupan seseorang.
Bagaimana nilai manusia didepan lensa?, dalam kehidupan kita, kita sering menjumpai kasus-kasus/kenangan, baik itu kasus menyedihkan atau menggembirakan, tetapi akan segera hilang dari pikiran kita karena ada hal yang lebih menarik lagi dalam kehidupan kita selanjutnya.
“Bila gambar anda kurang bagus, berarti anda masih kurang dekat dengan peristiwa”. Hampir selama satu dekade, pepatah terkenal itu menjadi acuan fotographer James Vachtway. Pada tahun 1981, dia mendarat di Irlandia Utara. Disinilah untuk kali pertama ia menyaksikan dari dekat kekejaman manusia. Pada tahun-tahun berikutnya rentetan kebiadaban itu ditemukan kembali di Libanon, Elsavador, Nikaragua, Sri Langka, Uganda dan afganistan.
Di Neuvea Segovia, Nikaragua lensanya merekam wajah para gerilyawan anti sandinista sebelum pergi bertempur. Di keheningan pagi, mereka berlutut untuk berdoa. Gambar ini berkata; “Ada yang tak akan kembali bila matahari terbenam. Ada yang akan tidur sendirian di tengah rimba, dengan tubuh setengah remuk akibat mortir dan sepasang mata yang terbakar senja selamanya”.
Sepasang mata terus menghantui kita dan bertanya”Perang, apa gunanya?”. Inilah bisik yang tak henti mengusik kita dalam buku Deeds of War (Thomas and Hudson, 1989). Perhatikan juga wajah-wajah orang yang dipotretnya, serdadu-serdadu, seorang bapak, bocah didepan pintu hampir semua memalingkan tatapannya seolah menoleh puing-puing dan darah yang bertetesan disekitarnya.
Hidup, dalam foto yang dibuatnya tahun 1981, berlalu seperti tidak ada kejadian apa-apa. Absurd, tapi bom dan peluru telah menumpulkan rasa sakit menjadi semacam rasa bodoh. Karena itu seperti juga Nacthway tak akan tahu bagaimana nasib sepasang serdadu Libanon yang dipotretnya di Souk El-Grarb, 1983. Adakah mereka lolos dari gempuran musuh? Lalu apa yang terjadi dengan laki-laki yamh diikat dan disiksa di kota Kuni? Apakah tentara Uganda membakar tubuhnya dengan menggunakan ban bekas? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini seringkali dibiarkan tak terjawab. Di satu pihak perang adalah semacam borok dan seperti manusia-manusia dalam fotonya, kita memalingkan muka dengan segala yang menjijikkan.
Foto-foto James Nachtway kuat karena ia terus bertanya, dan tak pernah membiarkan kita lari tanpa menjawab terlebih dahulu. Foto-fotonya menggugah bukan karena warna-warnanya yang mencuat, tetapi karena ia menggunakannya sebagai cerminan manusia. Dihadapan fotonya kita tidak bisa menjadi Dewi Gandari, tokoh Mahabarata yang sengaja hidup buta karena tidak ingin melihat kejelekan dunianya. “sebab penderitaan itu sendiri mengokohkan bahwa hidup manusia mempunyai arti”, tulis sastrawan Robert Stone dalam prakata Deeds of War.

B.     TEKNIK DASAR FOTOGRAFI
1.      Kontrol Kamera
Sepintas lalu gelang, tombol, tuas, dan skala tampak tersebar diseluruh permukaan kamera refleks lensa tunggal (RLT) 35 mm. Padahal semua alat kontrol yang tampak diluar hanya sedikit, disusun secara logika dan mudah digunakan.
Dari semua kontrol pada kamera, ada yang paling penting, yaitu; kecepatan rana, bukaan diafragma dan fokus.
a.       Kecepatan Rana
Rana pada kamera RLT adalah tirai yang bergerak horisontal atau vertikal yang terletak di muka film. Pada kamera manual atau otomatis prioritas rana anda adalah untuk mengatur kecepatan rana pada gelangnya. Kecepatan rana cepat seperti 1/500 menghasilkan gambar tajam dengan menangkap gerakan kamera dan gerakan sobyek, sedangkan rana lambat (1/15 detik) menangkap gerakan obyek blaur dan memberikan kesan suatu gerak.
b.      Diafragma
Bukaan diafragma didalam lensa dapat diatur besarnya. Besar bukaan penting dalam hal mengontrol pencahayaan dan ruang tajam. Suatu bukaan besar memasukkan lebih banyak cahaya dan memberikan ruang tajam lebih sempit. Bukaan kecil memasukkan sedikit cahaya, tetapi memberikan ruang tajam yang besar. Besar gerakan dinyatakan dalam angka-angka f, yang disebut juga dengan f/stop. Angka kecil berarti lubang bukaan besar dan sebaliknya angka besar berarti lubang bukaan kecil. Urutan angka f ini menggambarkan besar bukaan : f/1.4, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/16, f/22. angka f/2 berarti ½, f/2.8 berarti ½.8 dan seterusnya. Setiap bukaan meneruskan dua kali lebih banyak dari pada angka f sebelumnya.
Ruang Tajam, adalah jarak antara obyek yang terdekat dengan yang terjauh yang tampak tajam (fokus) dalam gambar.
Pada lensa setiap bukaan yang lebih kecil membuat ruang tajam tambah lebar, contoh :
-         Anda dapat menggunakan bukaan kecil (1/10) pada waktu memotret pemandangan.
-         Anda dapat menggunakan bukaan besar (1/2) untuk memotret diri (potrait)/teksture.
c.       Fokus
1)      Mengatur fokus pada kamera RLT
Dengan memutar jarak antara, dapat membentuk gambaran yang kabur sampai gambar yang tajam. Walaupun mengatur fokus mudah tetapi anda perlu berhati-hati sekali.
Karena ruang tajam yang sempit, mengatur fokus harus berhati-hati, waktu pemotretan dengan lensa tele, atau dalam situasi gelap. Bagian yang tampak tidak tajam pada jendela pengamat, bisa tajam dalam gambar. Ini karena bukaan diafragma pada waktu membidik dan memotret tidak sama.
2)      Penekanan pada fokus selektif
Fokus selektif lebih baik disebut ruang tajam selektif karena bagian yang tajam cukup sempit. Tujuannya adalah menonjolkan perhatian pada bidang subyek.
Fokus selektif mudah dicapai dengan menggunakan lensa tele. Memakai bukaan diafragma besar (f/2.8) dan memoytret obyek yang cukup dekat.
2.      Daftar Periksa Kamera
Baterai mati, salah menentukan kecepatan film, film yang tidak sesuai, kebingungan saat sampai di lokasi pemotretan. Hal –hal itu biasanya baru diketahui terlambat. Untuk menghindari hal-hal tersebut, maka harus diperhatikan persiapan yang matang sebelum pemotretan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memotret :
a.       Hidupkan tombol tes baterai kamera (tidak harus)
b.      Tentukan jumlah film (sesuai dengan obyek yang akan difoto) dan tentukan pula jenis film atau ukuran kecepatan film.
c.       Periksa perlengkapan lain yang diperlukan (lensa, tripot, flasf dll).
d.      Sebelum memotret, periksalah apakan kamera sudah berisi film atau belum.
e.       Periksalah apakah gelang kecepatan film (ISO, ASA) disetel sesuai dengan film.
f.        Pada kamera otomatis, apakah kontrol kompensasi pencahayaan pada posisi netral.
g.       Hidupkan pengatur cahaya bila belum diaktifkan.
3.      Film
a.       Jenis film
Ada dua jenis film, yaitu negatif dan slide. Film negatif dimaksudkan untuk membuat foto cetakan. Film slide dimaksudkan untuk diproyeksikan anda dapat juga mencetak film negatif. Film negatif  mempunyai toleransi pencahayaan atau latitude yang lebih besar, berarti bila anda memotret sedikit over atau sedikit under masih mungkin didapat hasil cetak yang baik (toleransinya kurang lebih 3 soap). Sedangkan film slide mempunyai toleransi pencahayaan yang kecil (kurang dari stop).
b.      Kecepatan film
Kecepatan suatu film berarti kepekaannya terhadap cahaya. Kecepatan film dinyatakan dengan ISO/ASA. Angka ISO besar berarti lebih peka terhadap cahaya bila dibandingkan dengan ISO yang lebih kecil.
4.      Lensa
Banyak sekali variasi lensa tersedia bagi kamera RLT; lensa sudutlebar, potrait, tele, makro, dan sebagainya. Keuntungan kamera dari kamera RLT adalah; anda dapat melihat efek tiap lensa pada pengamat.
Suatu alasan lain untuk memilih lensa adlah perspektif yang dibuatnya. Secara teknis, perpekstif hanya dipengaruhi oleh sudut pandangnya akan tetapi cara praktis, panjang titik api seringkali dapat merubah perspektif. Suatu lensa tele dapat digunakan untuk memperpendek jarak dari benda ke benda. Lensa sudut lebar dapat digunakan untuk menjauhkan jarak dari benda ke benda.
Sebagai contoh: lensa sudut lebar memberikan perspektif berlebihan pada potrait dekat karena ini menarik kepala dari depan ke belakang hidung yang dekat lensa tampak terlalu besar dan terlalu dekat, sedangkan telinga jauh dari lensa tampak kecil dan jauh.
5.      Pencahayaan
Pencahayaan otomatis mempermudah pencahayaan yang tepat, betulkah? … ya, tetapi tidak selalu. Untuk sekitar 70% foto yang anda ambil pengukuran cahaya anda memberikan cahaya yang tepat. Ketidak tepatan pencahayaan dapat terjadi karena kesalahan teknis atau kesalahan kreatif, dan anda harus tahu kapan harus merubahnya, tidak selalu harus mengikuti kamera. Hal ini dapat terjadi saat kita berhadapan dengan obyek yang kontras terang dan gelap.
Kesalahan pencahayaan nampak jelas pada slide. Berbeda dengan negatif, slide umumnya tidak dicetak, dimana koreksi kesalahan pencahayaan dapat dilakukan.
a.       Pertimbangan khusus
Bracketing: Bila anda tidak pasti dengan pencahayaan yang tepat, lakukanlah bracketing yaitu mengambil gambar tambahan pada pencahayaan kurang satu stop dan lebih satu stop. Selain dari pencahayaan yang direkomendasikan.
b.      Pencahayaan
Pencahayaan adalah mencahayai film dengan pengontrolan diafragma dan kecepatan rana. Diafragma menentukan terang cahaya yang diteruskan film dan kecepatan rana menentukan lamanya transmisi sinar.

Pengaturan Pencahayaan Cerah Hari Untuk Kamera Manual
Kecepatan film ISO/ASA
Kondisi Cahaya
Matahari cerah/berkabut (bayangan jelas)
Berawan terang (tanpa bayangan)
Matahari cerah pada pasir atau salju
Matahari berkabut (bayangan lembut)
Dalam bayangan (sangat mendung)
25-32
1/125, f/11
1/250, f/8
1/500, f/5.6
1/125, f/8
1/250, f/5.6
1/500, f/4
1/125, f/5.6
1/250, f/4
1/500, f/2.8
1/125, f/4
1/250, f/2.8
1/500, f/2
1/125, f/4
1/250, f/2.8
1/500, f/2
64
1/125, f/16
1/250, f/11
1/500, f/8
1/125, f/11
1/250, f/8
1/500, f/5.6
1/125, f/8
1/250, f/5.6
1/500, f/4
1/125, f/5.6
1/250, f/4
1/500, f/8
1/125, f/6
1/250, f/2.8
1/500, f/2
125
1/125, f/22
1/250, f/16
1/500, f/11
1/125, f/6
1/250, f/11
1/500, f/8
1/125, f/11
1/250, f/8
1/500, f/5.6
1/125, f/8
1/250, f/5.6
1/500, f/4
1/125, f/5.6
1/250, f/4
1/500, f/2.8
200
1/250, f/22
1/500, f/16
1/1000, f/11
1/250, f/16
1/500, f/11
1/1000, f/8
1/250, f/11
1/500, f/8
1/1000, f/5.6
1/250, f/8
1/500, f/5.6
1/1000, f/4
1/125, f/8
1/250, f/5.6
1/500, f/4
400
1/500, f/22
1/1000, f/16
1/250, f/22
1/500, f/16
1/1000, f/11
1/250, f/16
1/500, f/11
1/1000, f/8
1/250, f/11
1/500, f/8
1/1000, f/5.6
1/250, f/8
1/500, f/5.6
1/1000, f/4
1000
color neg
1/1000, f/22

1/500, f/22
1/1000, f/16

1/250, f/22
1/500, f/16
1/1000, f/11
1/250, f/16
1/500, f/11
1/1000, f/8
1/250, f/11
1/500, f/8
1/1000, f/5.6

6.      Penerangan
Sejak dini hari sampai magrib cahaya selalu berubah. Segala sesuatupun menjadi berubah penampilannya. Cahaya berubah menjadi tiga hal penting yaitu: intensitas (kekuatan), warna dan arah. Pada waktu matahari terbit cahaya langsung kekuningan dapat membuat reruntuhan candi dapat menjadi simbul romantisme dari sebuah legenda, tetapi pada siang hari cahaya matahari yang kuat, tidak berwarna akan memperjelas setiap cacat dan memberikan simbul seperti reruntuhan puing. Matahari pagi atau sore memberikan cahaya yang lebih mudah dikendalikan. Pada waktu matahari masih rendah, matahari dapat digunakan sebagai penerangan samping, muka dan belakang hanya dengan merubah sudut penerangannya.
a.       Penerangan samping (Sidelighting)
Penerangan dari samping menambah dalam, dimensi dan tekstur gambar.
b.      Penerangan muka (Frontlighting)
Penerangan muka menonjolkan detail dari subyek dan memberikan saturasi warna yang baik.
c.       Penerangan belakang (Backlighting)
Penerangan belakang digabungkan dengan subyek yang sesuai terkadang membuat foto yang seharusnya jelek menjadi bagus. Ia dapat dibuat untuk mengurangi keruwetan elemen gambar menjadi shilluet sederhana atau menambahi garis cahaya tipis disekitar wajah.
d.      Penerangan baur.
Penerangan baur tersebar rata dan lembut pada subyek, menambah model dari suatu bentuk dan memperlunak tekstur. Ia juga dapat memperkuat saturasi warna yang baik untuk memotret manusia dan alam.
7.      Komposisi
Komposisi, susunan dari berbagai subyek dlam gambar dapat membangun atau bahkan mengacaukan sebuah gambar. Komposisi memerlukan suatu kemauan untuk melakukan dua hal yaitu berfikir dan bergerak. Apa yang nampaknya menjadi pemandangan yang kacau, berubah menjadi pola geometris yang harmonis hanya dengan bergerak beberapa langkah. Pertimbangkanlah sudut rendah, sudut tinggi, lebih dekat atau lebih jauh. Pandanglah subyek dari berbagai sudut. Tunduk dan lihat melalui jendela pengamat. Naik dan pelajari lagi. Jalan keliling untuk mengamatinya dari samping, gelakang dan depan, kemudian putuskan dari mana foto akan diambil.
a.       Pertimbangan khusus
-         Subyek, tentukan subyek yang jelas. Banyak gambar yang kacau karena tidk jelas mana subyeknya.
-         Jarak, dekat dengan subyek. Subyek akan lebih cocok bilamana difoto hingga memenuhi seluruh bingkai, sehingga menunjukkan detailnya dengan lengkap.
-         Format, apakah akan menggunakan format tegak (vertikal) / mendatar (horisontal)
-         Latar belakang, tentukan latar belakang yang dapat mendukung subyek tampak memiliki arti dan indah.
b.      Pola
Pola menarik dan membuat mata menatap. Pengulangan rupa atau bentuk mempersatukan gambar sesuatu yang berbeda dengan bentuk pola yang berulang-ulang akan langsung menarik perhatian kita.
c.       Titik Pandang
Titik pandang yang tinggi memberikan suatu gambar yang berbeda dengan titik pandang rendah, seperti juga titik pandang muka dari pada titik pandang samping atau belakang.
d.      Kontrol latar belakang
Latar belakang harus merupakan lemari pajangan bagi subyek, tidak membuat subyek menjadi tersisih.
e.       Sederhana
Gambar sederhana, jelas, ringkas dan mudah dimengerti.
f.        Kontras dan memukau
Kontras membuat subyek terpisah dengan latar belakang. Cahaya matahari menonjolkan subyek terhadap latar belakang yang teduh. Kontras warna juga memisahkan subyek dengan latar belakangnya.
g.       Detail
Kita cenderung untuk menunjukkan keseluruhan. Seringkali sebagian detail berbicara lebih kuat daripada gambar keseluruhan.
h.       Posisi subyek yang menarik
Subyek yang diletakkan tidak ditengah lebih menarik dari pada subyek yang ditengah. Posisi subyek ditengah akan mematikan gambar, simetris tanpa arti, sedangkan posisi subyek tidak ditengah mematahkan simetri, membebaskan mata hingga dapat menelusuri gambar.
i.         Diagonal dinamis
Komposisi diagonal lebih dinamis dari pada komposisi vertikal atau horisontal. Diagonal memberikan kesan gerakan karena cenderung untuk bangkit atau jatuh, atau bergerak mendekati atau menjauhi pengamat.
j.        Penerangan
Pemotretan subyek tertentu dengan pencahayaan dari samping akan lebih menarik dan dapat menghidupkan subyek fotografi dibandingkan dengan penerangan dari depan.

Bahaya Tidur Setelah Sahur

Posted by PASMAJA on Senin, 16 Agustus 2010 , under | comments (2)



ini mas joe.. hihihi

Tidur setelah sahur memang jamak dilakukan orang pada bulan puasa. Namun dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam, memberi saran sebaiknya hal itu tidak dilakukan. "Karena makanan belum dicerna dan malah bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi," kata dia ketika dihubungi, Jumat lalu.

Jika refluks terjadi, Ari melanjutkan, asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit.

Dia punya cara untuk menyiasati kemungkinan terjadinya refluks asam lambung ini. "Dengan cara tidur setengah duduk atau tidur menggunakan bantal yang tinggi," kata Ari.



Namun dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu lebih menyarankan orang yang berpuasa tidak tidur setelah bersantap sahur. "Sebenarnya kan percuma tidur, paling cuma satu jam," katanya. Ideal-nya, ia menambahkan, seseorang boleh tidur dua jam setelah makan. "Tapi masih bisa ditolerir tidur satu jam setelah makan," kata Ari.

Makanan yang sukar dicerna, Ari melanjutkan, adalah makanan yang terlalu berlemak. Keju dan minyak dalam jumlah banyak akan memerlukan waktu dua jam untuk dicerna. Sedangkan nasi dengan sayur berkuah atau telur dan ikan rebus biasanya memerlukan waktu satu jam untuk dicerna.

Agar lambung punya cukup waktu untuk mencerna santapan sahur, peraih Young Clinician Award pada World Congress of Gastroenterology Bangkok 2002 itu menyarankan orang yang berpuasa makan sekitar satu jam sebelum waktu imsak. "Jam 3-an sudah makan makanan padat. Jangan mepet-mepet waktu imsak," katanya.

Barulah mendekati waktu imsak, menu dilanjutkan dalam bentuk camilan, buah-buahan, dan minum air putih. Dengan cara ini, ketika tidur, makanan sahur telah dicerna dan terhindar dari refluks. Seusai salat subuh, jika memang sangat mengantuk, orang yang berpuasa dianjurkan tidur sebelum beraktivitas.



Ari juga menjelaskan bahwa nutrisi yang paling diperlukan manusia secara garis besar adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Untuk santapan sahur, ia sarankan agar makan nasi, kentang, dan ubi sebagai sumber karbohidrat. Untuk protein,daging, ikan, dan telur bisa menjadi pilihan. Lemak dapat diperoleh dari minyak dan daging ayam negeri.

Namun, Ari mengingatkan, orang yang berpuasa untuk menghindari makanan yang mengandung lemak berlebih saat sahur karena susah dicerna. Demikian pula konsumsi susu. Bagi yang berusia di atas 30 tahun, sebaiknya memilih susu rendah lemak atau bahkan tanpa lemak.

Konsumsi cairan yang dianjurkan Ari adalah jus buah-buahan, seperti mangga atau jeruk, karena menyediakan vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. “Tapi jangan pakai gula atau susu,” kata Wakil Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia itu.

Mountain Sickness

Posted by PASMAJA on Rabu, 11 Agustus 2010 , under | comments (6)



Semakin tinggi suatu daerah semkain rendah kadar oksigennya. Ini mempengaruhi aktivitas seorang pendaki gunung karena Hipoksia. Ada pendaki gunung yang sudah terkena pengaruh pada ketinggian 2000 meter , tetapi ada juga yang baru merasakannya pada ketinggian 4000 meter atau lebih. Faktor yang mempengaruhi ketahanan seseorang untuk dapat terjangkit penyakit ini adalah seberapa cepat naik ke ketinggian, seberapa berat aktivitas di ketinggian, dan kepekaan individu. Harus diingat dalam beberapa kasus Altitude sickness/Mountain Sickness dapat berakibat fatal.
Jenis AMS
1. EARLY MOUNTAIN SICKNESS
Pada pemula yang masih menyesuaikan dengan ketinggian penyakit ini sering terjadi
Tanda-tandanya sebagai berikut:
– Pusing/sakit kepala
– Mual
– Hilang selera makan
– Susah tidur
Penyembuhan :
Tidak jalan menambah ketinggian hingga sembuh.
2. ACUTE MOUNTAIN SICKNESS
Meliputi hipotermia, HAPE (High Altitude Pulmonary Edema), dan HACE (High Altitude Cerebral Edema). Sering terjadi  pada ketinggian di atas 3000 meter. Jika kondisi ini sudah terjadi maka penanganan satu-satunya adalah korban harus dibawa turun.  

Mengatasi Mountain Sickness
– Jika merencanakan perjalanan di ketinggian dengan hati-hati dan mengikuti prosedur standar dengan sebaik-baiknya, Anda akan terhindar dari Mountain Sickness.
– Jika memiliki waktu yang pendek, maka jangan melakukan perjalanan terlalu tinggi.
– Saat melakukan perjalanan di atas 3.000 meter/high altitude, jangan melakukan perpindahan tempat untuk bermalam dengan ketinggian lebih dari 450 meter per hari, meskipun tidak merasakan perubahan kondisi tubuh apa pun.

pasmaja 269

Phobia dan Cara Mengatasinya

Posted by PASMAJA on Selasa, 10 Agustus 2010 , under | comments (3)



Kata “phobia” sendiri berasal dari istilah Yunani “phobos” yang berarti lari (fight), takut dan panik (panic-fear), takut hebat (terror). Istilah ini memang dipakai sejak zaman Hippocrates. Phobia adalah ketakutan yang luar biasa dan tanpa alasan terhadap sebuah obyek atau situasi yang tidak masuk akal. Pengidap phobia merasa tidak nyaman dan menghindari objek yang ditakutinya. Terkadang juga bisa menghambat aktivitasnya




Phobia ini terbagi menjadi 3 kategori, yaitu:

1. Phobia khusus yaitu ketakutan terhadap obyek atau aktivitas tertentu.

Miisalnya acrophobia: takut ketinggian, ailurophobia: takut kucing, arachnophobia: takut laba-laba, cynophobia: takut anjing, nyctophobia: takut gelap, dll.

2. Phobia sosial yaitu ketakutan terhadap penilaian orang lain.

3. Agoraphobia yaitu rasa takut berada di tempat terbuka atau pusat keramaian.



Banyak hal yang membuat seseorang mengidap phobia. Paling sering karena traumatis, terutama yang terjadi dimasa kecil. Phobia terjadi karena pikiran bawah sadar kita salah memberi arti terhadap peristiwa traumatis yang menyebabkan phobia.
 
Bila seseorang yang menderita phobia melihat atau bertemu atau berada pada situasi yang membuatnya takut (phobia), gejalanya adalah sebagai berikut:


* Jantung berdebar kencang

* Kesulitan mengatur napas

* Dada terasa sakit

* Wajah memerah dan berkeringat

* Merasa sakit

* Gemetar

* Pusing

* Mulut terasa kering

* Merasa perlu pergi ke toilet

* Merasa lemas dan akhirnya pingsan



Kita mungkin jengkel melihat teman, saudara atau pasangan kita yang phobia. Suasana menjadi kacau, karena sesuatu yang kita pandang biasa malah membuatnya berteriak histeris, lari, atau bahkan pingsan. Seperti yang dialami suamiku, dia phobia banget kalau melihat darah. Pernah ketika itu menjenguk saudara dirumah sakit karena kecelakaan, suamiq terdiam setelah itu tiba - tiba pingsan gara - gara liat darah wach..jadi bener - bener kacau. Niatnya menjenguk ech malah jadi yang dijenguk. Tapi sekarang banyak cara mengatasi phobia. Berikut berdasarkan info yang ku dapat ada beberapa perawatan utama untuk mengatasi fobia, yaitu:



a. Terapi berbicara.

Perawatan ini seringkali efektif untuk mengatasi berbagai fobia. Jenis terapi bicara yang bisa digunakan adalah:

1. Konseling: konselor biasanya akan mendengarkan permasalahan seseorang, seperti ketakutannya saat berhadapan dengan barang atau situasi yang membuatnya fobia. Setelah itu konselor akan memberikan cara untuk mengatasinya.

2. Psikoterapi: seorang psikoterapis akan menggunakan pendekatan secara mendalam untuk menemukan penyebabnya dan memberi saran bagaimana cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

3. Terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioural Therapy/CBT): yaitu suatu konseling yang akan menggali pikiran, perasaan dan perilaku seseorang dalam rangka mengembangkan cara-cara praktif yang efektif untuk melawan fobia.



b. Terapi pemaparan diri (Desensitisation).

Orang yang mengalami fobia sederhana bisa diobati dengan menggunakan bentuk terapi perilaku yang dikenal dengan terapi pemaparan diri. Terapi ini dilakukan secara bertahap selama periode waktu tertentu dengan melibatkan objek atau situasi yang membuatnya takut. Secara perlahan-lahan seseorang akan mulai merasa tidak cemas atau takut lagi terhadap hal tersebut. Kadang-kadang dikombinasikan dengan pengobatan dan terapi perilaku.



c. Menggunakan obat-obatan.

Penggunaan obat sebenarnya tidak dianjurkan untuk mengatasi fobia, karena biasanya dengan terapi bicara saja sudah cukup berhasil. Namun, obat-obatan ini dipergunakan untuk mengatasi efek dari fobia seperti cemas yang berlebihan.



Terdapat 3 jenis obat yang direkomendasikan untuk mengatasi kecemasan, yaitu:

1. Antidepresan: obat ini sering diresepkan untuk mengurangi rasa cemas, penggunaannya dizinkan untuk mengatasi fobia yang berhubungan dengan sosial (social phobia).



2. Obat penenang: biasanya menggunakan obat yang mengandung turunan benzodiazepines. Obat ini bisa digunakan untuk mengatasi kecemasan yang parah, tapi dosis yang digunakan harus serendah mungkin dan penggunaannya sesingkat mungkin yaitu maksimal 4 minggu. Ini dikarenakan obat tersebut berhubungan efek ketergantungan.



3. Beta-blocker: obat ini biasanya digunakan untuk mengobati masalah yang berhubungan dengan kardiovaskular, seperti masalah jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena berguna untuk mengurangi kecemasan yang disertai detak jantung tak beraturan.

edited by : pasmaja269

Tetap AKTIF Saat Puasa

Posted by PASMAJA on , under | comments (0)





Takut lemas atau pusing saat puasa sehingga aktivitas cenderung berkurang? Itu bisa ditanggulangi. Ada baiknya kita ikuti kiat-kiatnya berikut ini 
Bulan Ramadhan telah datang! Inilah bulan istimewa yang disebut-sebut sebagai bulan seribu bulan, bulan penuh rahmat dan berkat, bulan keampunan yang ditunggu oleh umat Islam. Lewat puasa diharapkan manusia mensucikan diri, melakukan peleburan jiwa untuk menemukan kembali jati diri. Dengan menahan lapar dan dahaga, kita merasakan bagaimana penderitaan orang-orang yang hanya mampu makan satu kali sehari, misalnya.
Namun, agar ibadah puasa kita berjalan dengan baik, tentulah kita harus menjaga kebugaran fisik. Soalnya, berubahnya jadwal makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, ada juga dampaknya pada tubuh.
Yang paling mencolok adalah penurunan berat badan yang umumnya bisa sampai 5%, meskipun ada juga yang naik sampai 2%. Penurunan berat badan amat terasa pada dua minggu pertama setelah puasa. "Tapi semua itu masih masuk dalam batas normal bagi orang sehat," jelas Dr. Ir. Ali Khomsan dari GMSK IPB, Bogor.
Penurunan berat badan pada ibu rumah tangga cenderung lebih banyak dibandingkan dengan pria, apalagi menjelang akhir Ramadhan. Kegiatan ibu rumah tangga secara fisik tampaknya semakin bertambah di saat-saat itu, dan itu berarti kebutuhan energi pun meningkat. Namun apabila konsumsi yang masuk dalam tubuh cukup, penurunan berat badan tidak akan terlalu mengganggu.
Atur aktivitas

  • Selain itu, menurut sebuah penelitian, tubuh manusia masih dapat bertahan tanpa makan selama dua minggu asalkan tetap minum atau masih bisa hidup selama seminggu tanpa minum, tapi puasa membuat tubuh memakai energi cadangan sebagai ganti pasokan makanan yang biasa dikonsumsi.
Cadangan energi ini berbentuk glikogen (cadangan energi yang berasal dari karbohidrat). Apabila cadangan ini habis, maka akan digunakan cadangan lain dari lemak dan protein.
Memang cadangan energi selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang berlangsung kurang lebih 12 jam masih mencukupi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tetapi, kegiatan selama puasa hendaklah tidak berlebihan.
Hal yang sangat dikhawatirkan jika melakukan kegiatan yang berlebihan adalah menurunnya pasokan cairan tubuh alias dehidrasi. Jika sedang tidak berpuasa, cairan yang hilang dari tubuh bisa langsung diganti. Namun jika sedang berpuasa, cairan tubuh yang kurang itu harus menunggu saat berbuka dulu. Akibatnya, tubuh akan kekurangan air dan ini mengganggu kerja fungsi organ tubuh yang lain.
Maka dari itu dianjurkan agar menjalankan aktivitas yang tidak terlalu banyak mempergunakan tenaga. Kalaupun ingin melakukan aktivitas yang "berat-berat" seperti berolahraga, sebaiknya melakukannya saat menjelang berbuka puasa, kira-kira 1 - 2 jam sebelumnya. Dengan cara itu, begitu tubuh mengeluarkan keringat, kita bisa langsung menggantikannya pada saat berbuka puasa.
"Bisa juga olahraga dilakukan sesudah berbuka puasa, tetapi sebaiknya 2 - 3 jam setelah perut diisi makanan," jelas dr. Elvina Karyadi, M.Sc. yang berkecimpung di Southeast Asian Ministers Of Education Organization & Tropical Medicine Regional Center For Community Nutrition.
Walaupun begitu, tetap bergiat selama puasa asal tidak berlebihan memang sangat dianjurkan. Hal tersebut untuk merangsang keluarnya hormon antiinsulin yang berfungsi melepaskan gula darah dari "gudangnya". Kalau Anda bermalas-malasan selagi berpuasa, atau terlalu banyak tidur, maka tubuh Anda makin kurang energi alias tak bertenaga. Itu semua karena kadar gula dibiarkan menurun secara drastis.
Selain tetap bergiat, mengatur menu saat sahur dan berbuka juga mempunyai peranan yang penting. Soalnya, saat itulah tubuh diisi makanan yang memenuhi syarat gizi agar kebutuhan kalori tercukupi.

Tips Sehat Cara Menjaga Stamina Tubuh Sepanjang Hari

Posted by PASMAJA on , under | comments (0)



Apakah anda cepat merasa lelah? mudah cape, dan kurang bergairah, dalam beraktifikas sehari-hari. Jika hal ini terjadi pada anda ini menandakan bahwa stamina anda telah menurun. Salah satu sifat dari stamina adalah dinamis atau fungsional. Artinya, kemampuan untuk melakukan pekerjaan fisik yang berat. Karena itu, untuk mewujudkan tugas tersebut, diperlukan stamina yang selalu prima. Atau minimal tetap sehat walau tenaga sedikit berkurang karena kelelahan.


Di bawah ini ada beberapa tips untuk menjaga dan meningkatkan stamina agar tetap bugar sepanjang hari:

1.Berolahraga secara teratur
Olahraga terutama jenis aerobik adalah obat terbaik mengatasi kelelahan dan menambah energi. Olahraga aerobik seperti bersepeda, berenang dan lari akan memperkuat jantung sehingga lebih banyak lagi pasokan oksigen yang sampai ke seluruh tubuh. Lebih banyak oksigen yang sampai ke panas lagi organ dalam dapat bekerja, sehingga meningkatkan efisiensi produksi energi.

2. Minum lebih banyak
Kurang cairan adalah penyebab kelelahan. Jika tubuh kekurangan cairan, darah mengental. Akibatnya aliran darah jadi lambat dan butuh waktu lebih bagi sel tubuh untuk mendapatkan oksigen.

3. Makan sedikit, tetapi sering
Makanlah dengan porsi kecil bergizi seimbang, tetapi sering. Makan porsi besar kaya karbihidrat menyebabkan gula darah membumbung. Ini membuat lebih banyak insulin yang dikeluarkan tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan terlalu banyak gula darah dikirim ke sel otot untuk disimpan. Inilah biang keladi kelelahan.

4. Konsumsi suplemen vitamin, mineral dan asam lemak omega 3
Asupan multivitamin dan mineral untuk pasien yang kelelahan. Mengapa? Vitamin antioksidan membantu tubuh menetralkan kerusakan dalam sel karena serangan radikal bebas. Mineral mendukung kinerja hati dan ginjal dalam melakukan kerja detoksifikasi tubuh. Asam lemak omega 3 membantu kerja setiap sel tubuh agar berjalan mulus.

5. Ubah rutinitas
Bila kegiatan sehari-hari sudah dapat ditebak, ubah kebiasaan itu. Ini dapat menyebabkan kebosanan, biang keladi penguras energi. Coba dengarkan jenis musik baru, tempuh rute baru ke kantor, atau ngobrol dengan orang baru.

6. Beri prioritas
Buat daftar hal paling penting dalam hidup, apa yang ingin Anda lakukan. Melakukan hal yang tak diinginkan akan menghabiskan energi.

7. Istirahat sejenak
Manusia sudah diprogram oleh yang Maha Kuasa untuk bergerak antara menghabiskan dan meregenerasi energi. Siklus ini, kata Schwartz, berlangsung selama 90-120 menit, selama waktu kelelahan. Istirahatlaaah beberapa menit untuk memulihkan energi.

Cara Mengatasi Dingin

Posted by PASMAJA on Sabtu, 07 Agustus 2010 , under | comments (0)




Salah satu resiko yang mesti dihadapi saat melakukan kegiatan alam bebas adalah cuaca ekstrem yang sangat mungkin terjadi di alam bebas. Cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa gunung di Indonesia bahkan bisa mencapai 0 derajat celcius. Kondisi ini jika tidak dipersiapkan secara cermat bisa mengakibatkan kedinginan yang bisa mengakibatkan hipotermia.
Hipotermia berasal dari kata hypo dan termios yang artinya kehilangan panas tubuh yang berlebih. Hipotermia juga bisa diartikan sebagai gangguan medis yang terjadi di dalam tubuh dimana terjadi penurunan temperatur tubuh secara tidak wajar yang disebabkan karena tubuh tidak mampu lagi memproduksi panas untuk mengimbangi dan menggantikan panas tubuh yang hilang dengan cepat. Hilangnya panas tubuh dengan cepat ini bisa disebabkan pengaruh dari luar seperti kondisi hujan disertai angin serta pengaruh dari dalam seperti kondisi fisik yang lelah dan lapar.
Situasi ini bisa menjadikan temperatur tubuh turun dengan cepat dan bisa mengakibatkan kasus kematian.
Untuk mengatasi masalah kedinginan di gunung ada beberapa cara yang bisa dilakukan.
Ini penting dan jangan main-main kalau kita tidak tahu apa yang kita lakukan dan apa akibatnya yang akan menimpa diri kita kemudian karena nyawa taruhannya.
Ketika kita memasuki wilayah yang memiliki suhu di bawah rata-rata keseharian kita, hal pertama yang paling aman adalah mencari tempat berlindung dari terpaan angin ataupun titik air. Dalam kondisi terlindung, badan kita akan berusaha melakukan proses “pemanasan” dengan membakar kalori dan lemak cadangan dalam tubuh dan proses menggigil adalah gejala perlawanan tubuh yang bisa dirasakan langsung. Menggigil adalah sebuah cara badan kita mengusir rasa dingin, bersyukurlah kalau masih bisa menggigil, berarti badan kita masih bekerja baik.
Untuk memenuhi kebutuhan proses “pemanasan” tadi, usahakan tubuh menerima asupan pangan yang cukup untuk dijadikan bahan bakar. Jangan biarkan perut kosong dan tidak terisi makanan. Hal ini akan memicu munculnya kandungan gas yang berlebih dalam tubuh dan daya bakar tubuh kita menurun.
Jangan mengkonsumsi ALKOHOL untuk mencari kehangatan, karena justru akan memecah sel darah mereah yang bertugas menghantar kalori ke seluruh tubuh.
Alkohol menyebabkan pembuluh darah mengalami dilatasi alias pelebaran sehingga panas tubuh akan sangat cepat menghilang. Walau kesan pertama tubuh akan terasa hangat, tapi setelah itu dingin yang akan dirasakan. Mekanisme tubuh yang alami akan mempersempit pembuluh darah di bagian alat gerak dan kulit bagian luar dan akan berkumpul di organ-organ penting tubuh dan alat ekstrimitas (tangan dan kaki) dan gemetaran untuk menambah gerak.
Saat berlindung, pastikan tubuh kita terhindar dari unsur-unsur yang memicu masuknya suhu dingin ke tubuh kita. Berlindunglah dalam tenda yang benar-benar mampu memiliki sekat yang aman dari terjangan air dan air hujan. Bagian tubuh yang paling cepat menerima dampak suhu dingin adalah ujung-ujung jari kaki dan tangan. Lindungi semaksimal mungkin bagian ini dengan menggunakan kaus kaki dan sarung tangan tebal. Sebisa mungkin jangan tutupi dengan kantung plastik karena tubuh kita tetap perlu bernafas. Lebih baik bila terpaksa gunakan pembungkus SB atau lebih aman lagi gunakan sepatu tidur (terbuat dari bahan neoprene).
Apabila pakaian yang digunakan basah, segera ganti dengan pakaian kering. Jangan ragu untuk menggunakan pakian berlapis untuk mengembalikan panas tubuh. Gunakan bahan wol yang sangat baik untuk sarung tangan, kaus kaki maupun sweater karena mampu menahan panas badan dan bila basah kuyup terkena air (kaus kaki atau sarung tangan) dia cukup diperas, buang airnya dan kenakan lagi. Masih terasa hangat.
Bahan dari bulu angsa juga bisa digunakan meskipun belum populer di Indonesia karena kondisi iklim di gunung-gunung di Indonesia tidak terlalu ekstrem kecuali di Pegunungan Jayawijaya di samping harganya yang mahal. (Ekspedisi Mapala UI ke Mt. Denali, Alaska US tahun 90an membeli sleeping bag baru dari bulu angsa sebanyak 4 buah @ Rp.4.000.000,00! Sleeping bag ini biasanya digunakan untuk suhu ekstrim hingga minus 40 derajat celcius seperti di Mt. Denali, atau gunung lainnya diatas ketinggian 5000mdpl).
Pastikan kalau akan tidur badan kita berasa hangat. Jangan coba-coba tidur kalau dipastikan badan kita tidak berasa hangat. Bila dipaksakan tidur sementara kedinginan sangat-sangat berbahaya. Dalam sebuah tahapan bila rasa menggigil itu hilang maka kemudian akan sampai pada tahap tubuh tidak bisa lagi melawan rasa dingin, suhu tubuh akan turun terus kurang dari 36 derajat celcius, terus turun dan turun.
Jangan sesekali minum obat tidur! Sangat berbahaya, beresiko, bukannya membunuh dingin malah bisa membunuh diri sendiri! Sementara kondisi lingkungan dalam keadaan dingin sehingga kita tidak bangun-bangun lagi maka siap-siap saja tidur selamanya, nyawa melayang! Inilah yang dinamakan hiportemia, suatu keadaan yang sangat mematikan dan yang paling di takuti para pendaki gunung profesional sekalipun, karena bisa membunuh secara diam-diam, tidak berasa kesakitan dan tidak berperasaan. Hipotermia adalah gejala kehilangan panas badan secara terus menerus, sampai kita sendiri tidak sadar, tertidur dan lewat. Sudah banyak pendaki menemui ajal karena kondisi ini.
Seorang pendaki ditemukan tewas dalam kantong tidurnya yang dari bulu angsa karena dia tertidur dalam sleeping bag setengah terbuka dan dia tidur di alam terbuka! Bukan di dalam tenda! Angin dingin membuat dia terlelap, tidur lama, panas badan terus menurun dan tidak bangun-bangun lagi selamanya sampai tim sar menemukan alm! Ini kisah nyata….!
Dan juga ini yg paling penting. Jangan coba menggunakan obat-obatan kalau tidak perlu apalagi untuk mengusir dingin, atau mengolesi dengan berbagai minyak karena yang diperoleh adalah kehangatan sesaat alias semu, sama sekali tidak menolong. Kalau kedinginan coba hindari angin, cari ceruk, atau bebatuan untuk menghindari angin, karena angin bisa membuat suhu lebih dingin, duduk meringkuk, sambil berpelukan dengan temen seperjalanan, tutup semua jalan masuk angin ke tenda, kalau bisa buat api unggun bagus, tidur mengelilingi api unggun, pastikan cadangan kayu cukup sampai pagi, atau agar api unggun tidak sampai mati buat bergilir jadwal jaga api bergiliran.
Yuk tetap ke gunung, “dingin” bisa juga sebagai wadah untuk kita bisa dekat dengan alam dan penciptanya.

pasmaja269

Tali Temali (dasar)

Posted by PASMAJA on Selasa, 27 Juli 2010 , under | comments (3)



Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misal kayu, balok, bambu dan sebagainya.



Macam simpul dan kegunaannya

1. Simpul ujung tali

Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas

2. Simpul mati

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin

3. Simpul anyam

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering

4. Simpul anyam berganda

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah

5. Simpul erat

Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan

6. Simpul kembar

Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin

7. Simpul kursi

Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan

8. Simpul penarik

Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar

9. Simpul laso



Untuk gambar macam-macam simpul dapat dilihat di bawah ini








Macam Ikatan dan Kegunaannya

1. Ikatan pangkal

Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga

digunakan untuk memulai suatu ikatan.

2. Ikatan tiang

Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya

untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.

3. Ikatan jangkar

Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.

4. Ikatan tambat

Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.

5. Ikatan tarik

Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang, kemudian mudah untuk

membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.

6. Ikatan turki

Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher

7. Ikatan palang

8. Ikatan canggah

9. Ikatan silang

10. Ikatan khaki tiga



Untuk gambar macam-macam ikatan dapat dilihat di bawah ini.


pasmaja 269